SEKILAS INFO
  • 12 bulan yang lalu - Hadir dan Ikuti Shalat Idul Adha 1440 Hijriyah – Ahad, 11 Agustus 2019 di Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji  |  Imam : H. Achmad Suripno – Khatib : Ustadz Saryono Abu Iqbal.
  • 12 bulan yang lalu - Hadir dan Ikuti Shalat Idul Adha 1440 H – Ahad, 11 Agustus 2019 pukul 06: 30 Wib – di Masjid Nurul Falaah Kedungpuji  |  Imam : H. Achmad Suripno – Khatib : Ustadz Saryono Abu Iqbal
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Thursday, 6 08 2020 August 2020 >

IMSYAK 04:18
SUBUH 04:32
DZUHUR 11:42
ASHAR 15:03
MAGHRIB 17:33
ISYA 18:48
Diterbitkan :
Kategori : NEWS / NEWS UPDATE / TOKOH
Komentar : 0 komentar

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai, maka masuklah dalam golongan hamba-hambaKu. Dan masuklah  dalam surgaKu.” (Q.S. Al-Far : 27-30)

Innalillahi wa innaMbah Saman ilaihi raji’uun… kata itulah yang terucap dari pendukuk desa Kedungpuji ketika mengetahui bahwa sang muadzin yang dikenal dengan nama “Bapak Mochamad Ikhwan bin Madganan” atau yang sering dikenal dengan “Mbah Saman” meninggal dunia.

Saat itu pada hari Selasa tanggal 25 Maret 2014 pukul ± 16.30, beliau terjatuh karena tersandung saat hendak pergi melaksanakan tugasnya mengumandangkan Adzan Dhuhur, saat itu juga malaikat Izrail datang menjemput dan beliau meninggal di kediaman rumahnya.

Saat berita duka itu diumumkan banyak sekali orang yang tidak percaya bahwa Mbah Saman sudah meninggal dunia, karena beliau masih sempat mengumandangkan adzan subuh dan turut dalam jamaah shalat subuh bahkan beliau masih sempat untuk menyapa beberapa jamaah sebelum pulang.

Kepergian sang muadzin yang bernama Bapak Muchamad Ikhwan itu yang tiba-tiba begitu mengejutkan para warga Kedungpuji dan sekitarnya. Rumahnya di Rt. 03 Rw. 01 Desa Kedungpuji mendadak menjadi ramai dengan para takziyin, apalagi para pelayat yang tampak jauh lebih banyak jumlahnya di Masjid Nurul Falaah Kedungpuji saat jenazah sang muadzin dishalatkan di masjid. Banyak yang merasa kehilangan sosok beliau yang dilahirkan di Kebumen 78 tahun lalu, tepatnya tanggal 22 Oktober 1936, dan ingin turut serta mengantar jenazah beliau ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Banyak kenangan dari Mbah Saman sebelum meninggal, lulusan sekolah rakyat (SR) dan pernah mengaji dengan Si Mbah Kyai Bahruddin ini sempat bercerita bahwa sebelum menjadi muadzin beliau bekerja tekun sebagai Petani, setiap hari di sawah untuk mengais rizki dengan bercocok tanam. Lalu setelah itu umur bertambah umur mbah Saman akhirnya mengurangi waktunya untuk pergi ke sawah karena kondisi fisiknya yang sudah semakin mengurang.

Pada tahun 2009 beliau ditawari oleh Bapak Bambang Purwanto, S.Ag. untuk menjadi muadzin tetap masjid baik untuk adzan awal maupun sholat 5 waktu. Beliau juga seorang pencari ilmu yang luar biasa. Semasa itu selain di Majelis Taklim Masjid Nurul Falaah beliau banyak mendatangi beberapa majelis taklim dan beberapa pengajian di desa Kedungpuji.

Bersama istri tercinta Ibu Sutiyah yang lahir di Kebumen (72 tahun) beliau membesarkan anak-anaknya dengan kasih sayang “Beliau adalah bapak yang baik” itulah yang disampaikan putrinya Turmi Asih sambil mengenang kembali masa-masa ketika Bapak Muchamad Ikhwan masih hidup.

Beliau tidak pernah marah dan selalu mandiri tanpa ingin merepotkan orang lain, beliau mengajar anak-anaknya dengan tauladan dari diri beliau sendiri tanpa banyak bicara. Hingga saat ini beliau bisa dikatakan sukses dalam mendidik kelima anaknya. Putra yang pertama Sudirman, putri yang kedua Tusini, putri yang ketiga Turmi Asih, putra yang keempat Parjono dan putri yang kelima Sri Mulyani. Selain itu beliau juga menjadi kakek dari 10 orang cucunya.

Beliau bukan hanya sebagai Muadzin di Masjid Nurul Falaah tetapi merupakan tauladan yang patut dicontoh oleh semua orang, beliau adalah contoh keistiqomahan dan keteguhan hati, hal ini tak perlu diragukan lagi karena sudah terbukti. Setiap harinya beliau bangun antara pukul 02.00 – 03.00 WIB lalu beliau shalat tahajjud. Selepas shalat tahajjud bergegas ke masjid untuk mengumandangkan adzan awal. Mbah Saman merasa setiap harinya ada yang membangunkan, sehingga jarang terlambat bangun dari biasanya.

Banyak kenangan tentang Pak Muchamad Ikhwan atau yang sering dikenal Mbah Saman ini yang sangat sulit untuk kita lupakan. Banyak orang yang tentunya sangat kehilangan. Kebaikan dan tauladan beliau tentang ketaatan kepada Allah yang harus kita tiru. Beliau selalu membangunkan orang-orang yang terlelap untuk bermunajat kepada Allah pada sepertiga malam terakhir.

Beliau selalu mengumandangkan “Ashsholaah…. Ashsholaah…!!, Assholatu khoirun minannaum”  itulah yang terngiang ditelinga kita antara pukul 03.00 – 04.00 pagi, beliau juga selalu mengumandangkan adzan untuk mengingatkan watu shalat fardhu kepada para warga sekitar. Banyak hal yang tak tergantikan dari beliau baik amal maupun kehangatan beliau dalam bergaul dengan semua orang. Mbah Saman selalu berharap bahwa sepeninggal beliau ada banyak orang yang mau menggantikannya menjadi muadzin.

Selamat Jalan Sang Muadzin….., Selamat Tinggal Mbah Saman yang tercinta. Semoga kenanganmu akan terus ada di hati kami semua. Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menerima semua amal kebaikanmu. Insya Allah engkau meninggal dalam keadaan Khusnul Khotimah dan dalam kondisi jihad kepada Allah karena hendak mengumandangkan adzan dan dalam keadaan suci karena berwudhu.

Semoga Allah memberimu derajat Taqwa atas semua keistiqomahanmu dalam beramar ma’ruf nahi munkar dan menempatkanmu dalam JannahNya. Semoga kami semua bisa memenuhi harapanmu untuk senantiasa berjihad kepada Allah. Aamiin…aamiin Yaa Rabbal’alamiin.  (SaifudinMDG)

SebelumnyaTahun 2015 : Saatnya Kantor Desa dan Masjid Sinergi SesudahnyaMAS PONIRIN : Tak Mudik Lagi…?
Persiapan Hadapi New Normal, Masjid Nurul Falaah Gombong Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah Persiapan Hadapi New Normal, Masjid Nurul Falaah Gombong Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah
GOMBONG, (NurfalNews) – Sebagai upaya untuk mendukung kebijakan pemerintah menjelang diterapkannya tatanan hidup baru atau new normal. Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong Kebumen kini mulai berbenah. Salah satunya...
Masjid Nurul Falaah Gombong Tetap Akan Laksanakan Sholat Idul Fitri Masjid Nurul Falaah Gombong Tetap Akan Laksanakan Sholat Idul Fitri
GOMBONG, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen telah menghimbau kepada seluruh umat muslim untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah saat lebaran nanti. Meski begitu, pemerintah juga tidak melarangnya jika ada...
Semangat Sambut Romadhon Ditengah Pandemi Corona Semangat Sambut Romadhon Ditengah Pandemi Corona
GOMBONG, Kebumen24.com – Ramadhan 2020 atau 1441 Hijriah akan segera datang. Masyarakat Desa Kedung Puji Kecamatan Gombong melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan dan area Masjid guna menyambut bulan suci tersebut....
Waspada Corona, Masjid Nurul Falaah lakukan semprot Disinfectant. Waspada Corona, Masjid Nurul Falaah lakukan semprot Disinfectant.
GOMBONG (NurfalNews) – Beragam cara dilakukan untuk mencegah atau mengantisipasi penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Masjid Nurul Falaah desa Kedungpuji Kecamatan Gombong berkordinasi dengan Puskesmas Gombong I melakukan...
Cegah virus Corona, Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Gelar Jumat Sehat Cegah virus Corona, Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Gelar Jumat Sehat
KEBUMEN (NurfalNews) – Beragam cara dilaksanakan oleh Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji Gombong untuk dapat berbagai dengan sesama. Salah satunya dengan menggelar program Jumat Sehat yang dilaksanakan setiap Hari Jumat...
Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Gelar Sunatan Masal Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Gelar Sunatan Masal
KEBUMEN (NurfalNews)-Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji Gombong kerap kali melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari memerikan santunan, bersih lingkungan, pengajian hingga sunatan masal. Dibawah pimpinan Ketua Takmir Masjid Nurul Falaah...


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.