SEKILAS INFO
  • 12 bulan yang lalu - Hadir dan Ikuti Shalat Idul Adha 1440 Hijriyah – Ahad, 11 Agustus 2019 di Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji  |  Imam : H. Achmad Suripno – Khatib : Ustadz Saryono Abu Iqbal.
  • 12 bulan yang lalu - Hadir dan Ikuti Shalat Idul Adha 1440 H – Ahad, 11 Agustus 2019 pukul 06: 30 Wib – di Masjid Nurul Falaah Kedungpuji  |  Imam : H. Achmad Suripno – Khatib : Ustadz Saryono Abu Iqbal
WAKTU :

WAKTU SHALAT, Thursday, 6 08 2020 August 2020 >

IMSYAK 04:18
SUBUH 04:32
DZUHUR 11:42
ASHAR 15:03
MAGHRIB 17:33
ISYA 18:48
Diterbitkan :
Kategori : NEWS UPDATE / PENDIDIKAN / SOSIAL BUDAYA
Komentar : 0 komentar

Catatan kritis Adian Husaini pantas direnungkan. Terlebih dalam kaitan dengan momentum peringatan Dekrit Presiden yang ke-58 pada tanggal 5 Juli 2017. Telah dinyatakan oleh salah seorang Cendekiawan Muslim dari Universitas Ibnu Khaldun tersebut (Rajam Dalam Arus Budaya Syahwat, 2001) bahwa meskipun sudah menyatakan kemerdekaannya sejak tahun 1945 hingga kini Indonesia masih terus berada dipersimpangan jalan, apakah melanjutkan warisan kolonial atau melanjutkan warisan Islam.

Masih menurut salah seorang murid dari M. Naquib Al-Attas tersebut bahwa kenyataannya, dominasi kaum sekular dalam kehidupan politik di Indonesia telah menempatkan Indonesia menjadi satelit dan “budak” kaum kolonial. Mengapa bangsa ini tidak mau belajar dari sejarah dan masih terus-menerus melestarikan cengkeraman kaum kolonial Kristen?

Mengenai peristiwa terbitnya dekrit tersebut bisa diikuti dalam pernyataan Ahmad Mansur Suryanegara. Menurut Sejarawan Muslim dari Unpad tersebut (Api Sejarah, 2010) bahwa pada 5 Juli 1959, dari Istana Merdeka ditetapkan Dekrit Presiden kembali ke UUD 1945. Dinyatakan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian dengan konstitusi tersebut.

Mencermati isi dekrit tersebut sekalipun tujuh kata dari Piagam Jakarta dihilangkan, tetapi ia menjiwai UUD 1945 dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konstitusi. Menurut Rifyal Ka’bah (Politik dan Hukum dalam Al-Qur’an, 2005) bahwa jiwa Piagam Jakarta inilah yang telah melahirkan berbagai undang-undang dan peraturan perundang-undangan Islam dalam negara Republik Indonesia sampai sekarang.

Beberapa peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan setelah tahun 1959 merujuk atau menjadikan Piagam Jakarta sebagai konsideran. Menurut Adian Husaini (Pancasila Bukan Untuk Menindas Hak Konstitusi Umat Islam, 2010) diantaranya adalah penjelasan atas Penpres 1/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama juga dalam Peraturan Presiden No. 11 tahun 1960 tentang Pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Dengan demikian dekrit tersebut sebagaimana komentar Prawoto –Ketua Umum Partai Islam Masyumi– menjadi landasan bersama bagi semua aliran dan golongan warga negara Indonesia, yang harus ditegakkan bersama-sama dengan saling menghormati identitas masing-masing (Endang Saifuddin Anshari, Piagam Jakarta 22 Juni 1945, 1997).

Sehingga tuduhan kepada umat Islam yang berjuang bagi berlakunya Syariat Islam sebagai fihak yang intoleran dan tidak berbineka tunggal ika tidak lagi menghiasi wacana publik. Allohu Al-Musta’an.

Penulis : Bambang Purwanto

SebelumnyaSaatnya Dakwah Ekonomi Dilaksanakan SesudahnyaBerdayakan Ekonomi Umat, Takmir Masjid Nurul Falah Gelar Pasar Sore Ramadan
Persiapan Hadapi New Normal, Masjid Nurul Falaah Gombong Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah Persiapan Hadapi New Normal, Masjid Nurul Falaah Gombong Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah
GOMBONG, (NurfalNews) – Sebagai upaya untuk mendukung kebijakan pemerintah menjelang diterapkannya tatanan hidup baru atau new normal. Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji, Kecamatan Gombong Kebumen kini mulai berbenah. Salah satunya...
Masjid Nurul Falaah Gombong Tetap Akan Laksanakan Sholat Idul Fitri Masjid Nurul Falaah Gombong Tetap Akan Laksanakan Sholat Idul Fitri
GOMBONG, Kebumen24.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen telah menghimbau kepada seluruh umat muslim untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah saat lebaran nanti. Meski begitu, pemerintah juga tidak melarangnya jika ada...
Semangat Sambut Romadhon Ditengah Pandemi Corona Semangat Sambut Romadhon Ditengah Pandemi Corona
GOMBONG, Kebumen24.com – Ramadhan 2020 atau 1441 Hijriah akan segera datang. Masyarakat Desa Kedung Puji Kecamatan Gombong melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan dan area Masjid guna menyambut bulan suci tersebut....
Waspada Corona, Masjid Nurul Falaah lakukan semprot Disinfectant. Waspada Corona, Masjid Nurul Falaah lakukan semprot Disinfectant.
GOMBONG (NurfalNews) – Beragam cara dilakukan untuk mencegah atau mengantisipasi penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Masjid Nurul Falaah desa Kedungpuji Kecamatan Gombong berkordinasi dengan Puskesmas Gombong I melakukan...
Cegah virus Corona, Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Gelar Jumat Sehat Cegah virus Corona, Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Gelar Jumat Sehat
KEBUMEN (NurfalNews) – Beragam cara dilaksanakan oleh Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji Gombong untuk dapat berbagai dengan sesama. Salah satunya dengan menggelar program Jumat Sehat yang dilaksanakan setiap Hari Jumat...
Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Gelar Sunatan Masal Masjid Nurul Falaah Kedungpuji Gelar Sunatan Masal
KEBUMEN (NurfalNews)-Masjid Nurul Falaah Desa Kedungpuji Gombong kerap kali melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari memerikan santunan, bersih lingkungan, pengajian hingga sunatan masal. Dibawah pimpinan Ketua Takmir Masjid Nurul Falaah...


TINGGALKAN KOMENTAR

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.